Jalan Kaki Setelah Makan Selama 15 Menit, Rahasia Sehat Puluhan Tahun

Jalan Kaki Setelah Makan Jajandikitid Foto: Pexels/ Anna Nekrashevich

Bogor, Jajandikit.id – Pepatah mengatakan, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”. Ungkapan ini juga relevan jika dikaitkan dengan kesehatan. Hanya dengan jalan kaki setelah makan selama 15 menit, manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, bahkan hingga puluhan tahun ke depan.

Melansir The Independent (03/09/25), Dr Elroy Aguiar, Associate Professor ilmu olahraga dari The University of Alabama, menjelaskan bahwa berjalan kaki singkat setelah makan dapat secara langsung menurunkan tekanan darah sekaligus menjaga kadar gula darah tetap stabil. Aktivitas sederhana ini tidak hanya membuat tubuh terasa lebih ringan, tetapi juga membantu meringankan beban kerja organ tubuh agar berfungsi lebih optimal.

“Setelah berolahraga, tekanan darah dan kadar gula darah akan menurun. Dampak yang berlangsung selama bertahun-tahun inilah yang berperan dalam mencegah timbulnya penyakit kronis,” jelas Aguiar.

Kenapa Harus Jalan Kaki Setelah Makan?

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam International Journal of General Medicine menunjukkan bahwa berjalan kaki setelah makan terbukti lebih efektif dibandingkan berjalan pada waktu lain. Hal ini disebabkan karena saat tubuh bergerak, glukosa dari makanan langsung diserap oleh otot untuk digunakan sebagai energi. Dengan demikian, lonjakan kadar gula darah dapat ditekan, sekaligus menjaga kestabilan energi tubuh sepanjang hari.

Jalan Kaki Setelah Makan Cocok Untuk Siapa?

Tidak perlu menunggu hingga mengalami gangguan kesehatan untuk mulai mencoba kebiasaan ini. Berjalan kaki setelah makan dapat dilakukan oleh siapa saja. Dr. Elroy Aguiar menyebutnya sebagai exercise snacking, yakni bentuk olahraga ringan namun konsisten. Artinya, seseorang tidak perlu jogging selama satu jam atau melakukan latihan berat di pusat kebugaran, cukup berjalan santai selama 15 menit sudah memberikan manfaat yang signifikan.

Baca Juga:  13 Makanan Sehat untuk Jantung, Ini Daftarnya!

“Anda tidak perlu berlari satu jam hingga berkeringat deras. Cukup berjalan kaki 15 menit setelah setiap makan utama sudah memberikan manfaat besar bagi kesehatan,” tambahnya.

Jalan Kaki Setelah Makan Dapat Meningkatkan Kesehatan Jajandikitid
Foto: Pexels/Christian Rojas

Manfaat tersebut pun tidak bisa dianggap sepele. Aktivitas sederhana ini terbukti mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), meningkatkan kolesterol baik (HDL), membantu mengecilkan lingkar pinggang, sekaligus mencegah sindrom metabolik yang kerap dijuluki sebagai “silent killer”.

“Dengan berolahraga setiap hari atau setidaknya selang sehari, seluruh faktor risiko sindrom metabolik dapat ditekan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” jelas Dr Aguiar.

Cara Biar Lebih Maksimal

Untuk memperoleh hasil yang lebih optimal, Dr. Elroy Aguiar merekomendasikan berjalan dengan tempo lebih cepat, yakni sekitar 130 langkah per menit. Indikator sederhana untuk mengukur intensitas ini adalah dengan mencoba berbicara selama berjalan. Jika masih mampu bercakap dengan lancar namun sudah tidak sanggup bernyanyi, maka kecepatan langkah tersebut dianggap berada pada tingkat intensitas yang sesuai.

“Berolahraga setiap hari, atau setidaknya setiap dua hari, akan membantu memperbaiki tekanan darah, kadar gula darah, hingga profil kolesterol Anda,” jelasnya.

Investasi Kesehatan

Penyakit seperti diabetes, hipertensi, hingga sindrom metabolik kerap dijuluki sebagai “silent killer” karena gejalanya tidak terasa pada tahap awal, namun dampaknya dapat berlangsung dalam jangka panjang. Dengan menerapkan kebiasaan sederhana berupa berjalan kaki setelah makan, sesungguhnya seseorang sedang melakukan investasi kesehatan untuk masa depan.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari kebiasaan langsung beristirahat setelah makan siang atau malam. Luangkan waktu sekitar 15 menit untuk berjalan santai, baik di sekitar kompleks perumahan maupun sekadar berkeliling rumah. Langkah kecil ini berpotensi menjadi tabungan kesehatan yang bernilai besar dalam menjaga kualitas hidup di kemudian hari.

Baca Juga:  13 Makanan Sehat untuk Jantung, Ini Daftarnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *