James Cameron Ungkap Ambisi Besar di Avatar 3: Fire and Ash, Film dengan Teknologi Tercanggih

Avatar 3 Fire and Ash Jajandikitid Foto: 20th Century Studios / Lightstorm Entertainment)

Jakarta – James Cameron kembali menggeser batas teknologi perfilman lewat Avatar 3 : Fire and Ash. Film ketiga dari waralaba Avatar itu resmi dijadwalkan tayang pada 19 Desember 2025, dan Cameron menyebutnya sebagai proyek dengan efek visual serta teknologi motion capture paling kompleks yang pernah ia buat.

“Ini adalah puncak petualangan dari dua film sebelumnya,” ujar Cameron dalam wawancara bersama The Hollywood Reporter, Selasa (18/11/2025).

Teknologi Motion Capture Generasi Baru di Avatar 3

Dalam video di balik layar yang dirilis studio, Cameron memperlihatkan proses pembuatan adegan-adegan berskala besar, termasuk pertarungan di sekitar gunung berapi dan sekuens aksi intens. Menggunakan panggung raksasa, Cameron terlihat mengarahkan Zoe Saldaña, Kate Winslet, dan Sigourney Weaver, semuanya mengenakan kostum lengkap dengan penanda motion capture.

Menurut Cameron, perkembangan teknologi sejak Avatar pertama (2009) membuatnya mampu menghadirkan visual yang lebih detail dan ekspresif. Ia menjanjikan Fire and Ash akan menjadi pengalaman sinematik yang benar-benar baru bagi penonton.

Kembalinya Jake Sully dan Hadirnya Dua Suku Baru

Avatar 3: Fire and Ash kembali menampilkan Sam Worthington sebagai Jake Sully, mantan Marinir yang kini menjadi pemimpin Na’vi. Dalam trailer awal, film ini memperkenalkan dua suku baru di Pandora: Wind Traders dan Ash People, suku yang dikenal mampu mengendalikan api.

“Kita harus terus mengembangkannya untuk membawa penonton ke perjalanan dan petualangan baru,” kata Cameron.

Zoe Saldaña, yang kembali berperan sebagai Neytiri, mengatakan pengalaman yang ditawarkan film ketiga ini akan jauh lebih besar.
“Jika Anda merasa Way of Water sudah luar biasa, Fire and Ash akan jadi pengalaman yang benar-benar berbeda,” ujarnya.

Kate Winslet & Sigourney Weaver: Teknologi Baru, Pengalaman Baru

Kate Winslet mengakui bahwa teknologi motion capture generasi terbaru membuat Cameron mampu mewujudkan visinya secara lebih spektakuler.
“Itulah yang membuatnya bisa menciptakan dunianya,” kata Winslet.

Sigourney Weaver juga menambahkan bahwa setelan motion capture modern membuat para aktor tetap bisa tampil natural di panggung yang sebenarnya kosong.
“Teknologi ini memungkinkan kami tampil di panggung kosong, tapi tetap merasa terhubung,” ujarnya.

Durasi Avatar 3: Fire and Ash Lebih Panjang dari Film Sebelumnya

Cameron sebelumnya sudah mengonfirmasi bahwa Avatar 3: Fire and Ash akan memiliki durasi lebih panjang daripada Avatar: The Way of Water (2022). Dengan skala dunia yang lebih luas dan teknologi yang semakin canggih, film ini disebut akan menjadi salah satu produksi paling ambisius dalam sejarah modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *