Three O’Clock: Kopi Vietnam dengan Sentuhan Modern

Three Oclock Kopi Kelapa Dan Kopi Telur Vietnam Jajandikitid

Depok – Di tengah gelombang coffee shop modern yang terus bermunculan di Jakarta, kehadiran pendatang baru kerap dituntut untuk menawarkan sesuatu yang berbeda. Three O’Clock menjadi salah satu nama yang berhasil mencuri perhatian dengan membawa karakter kopi khas Vietnam ke tengah hiruk-pikuk ibu kota.

Three O’Clock pertama kali membuka kedainya di Ho Chi Minh City pada 2016. Setelah dikenal sebagai salah satu kedai kopi Vietnam dengan racikan unik, Three O’Clock kemudian melebarkan sayap ke Indonesia dan resmi hadir di Panglima Polim, Jakarta Selatan, pada akhir 2025. Kehadirannya langsung menarik perhatian para penikmat kopi yang mencari pengalaman baru di luar pakem espresso dan latte.

Sejak awal membuka kedai di Jakarta, Three O’Clock dikenal lewat dua racikan yang terbilang tidak biasa, yakni kopi kelapa dan kopi telur Vietnam. Keduanya disajikan dengan pendekatan berbeda dari gaya tradisionalnya, tanpa menghilangkan identitas asli kopi Vietnam itu sendiri.

Three O’Clock menghadirkan pengalaman minum kopi yang tidak hanya soal rasa, tetapi juga penyajian dan suasana. Setiap racikan terasa dirancang untuk mengajak penikmatnya menikmati kopi secara perlahan, tanpa terburu-buru.

Three O Jajandikitid'clock kopi

Kopi Kelapa Three O’Clock

Kopi kelapa sejatinya bukan hal baru di dunia kopi. Namun di Three O’Clock, minuman ini tidak dibuat untuk sekadar mengejutkan lidah. Aroma kelapa hadir lembut dan tidak mendominasi, berpadu harmonis dengan karakter kopi yang tetap terasa jelas.

Alih-alih manis berlebihan, rasa yang muncul justru seimbang. Ada sensasi tropis yang menyegarkan, namun struktur kopi tetap menjadi pemeran utama. Ini bukan kopi dessert yang berat, melainkan minuman yang nyaman dinikmati perlahan, bahkan cocok bagi mereka yang biasanya skeptis terhadap racikan kopi non-konvensional.

Kopi Telur Vietnam

Kopi telur Vietnam identik dengan tekstur creamy dan cita rasa yang kaya. Di tangan Three O’Clock, minuman ini tampil lebih rapi dan elegan. Lapisan busa telur terasa halus, tidak amis, dan tidak terlalu tebal, sehingga tidak “menenggelamkan” kopi di bawahnya.

Penyajiannya yang presisi membuat keseimbangan rasa tetap terjaga. Pahit kopi dan lembutnya krim telur berpadu tanpa saling mendominasi, menghadirkan sensasi minum kopi yang tenang dan berkelas.

Three O’Clock Menjaga Tradisi dengan Pendekatan Modern

Baik kopi kelapa maupun kopi telur Vietnam memiliki akar tradisi yang kuat. Namun Three O’Clock tidak menyajikannya sebagai nostalgia mentah. Racikan disempurnakan melalui teknik modern, pemilihan bahan yang teliti, serta standar kualitas rasa yang konsisten.

Hasilnya adalah minuman yang tetap menghormati asal-usulnya, namun relevan dengan selera penikmat kopi masa kini, terutama bagi mereka yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda tanpa harus ekstrem.

Melalui kopi kelapa dan kopi telur Vietnam, Three O’Clock membuktikan bahwa kopi tradisional tidak boleh kehilangan jati diri. Sebuah persinggahan yang layak dicoba bagi penikmat kopi yang ingin keluar dari rutinitas, namun tetap setia pada esensi kopi itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *